Mengatasi Keriting Daun Cabe (postingan ulang)
Cabe (Capsicum) adalah genus tumbuhan berbunga dari
keluarga Solanaceae (suku terong-terongan). Merupakan salah satu tanaman
hortikultura yang mudah kita temukan di Indonesia.
Meskipun tanaman cabe bisa mudah kita temukan di
banyak tempat, namun tahukan kamu jika tanaman cabe termasuk salah satu tanaman
yang paling rentan terserang hama maupun penyakit. Salah satunya adalah
keriting daun.
Kenapa daun cabe bisa keriting?
Keriting daun cabe ditandai dengan perubahan bentuk daun yang mengkerut
dan begelombang sehingga tampak lebih kurus, sebagian menjadi kuning dan
rontok.
Kondisi daun yang menjadi abnormal ini dapat mempengaruhi proses
fotosintesis tanaman, sebab daun merupakan dapur bagi tanaman.
Keriting daun cabe disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya cuaca
ekstrim, kondisi benih, permasalahan ph tanah dan akar, serta serangan hama.
Hama penyebab daun keriting
Trips
Serangan hama trips banyak terjadi di musim panas.
Hama trips dapat berpindah dari satu tanaman ke tanaman yang lain untuk
menghisap cairan pada tunas muda atau pucuk daun.
Gejala yang ditimbulkan berupa bercak putih perak
atau kekuningan pada bagian bawah daun. Bercak ini awalnya tampak dekat dengan
tulang daun yang dapat melebar ke seluruh permukaan
daun.
Daun yang terkena serangan trips dapat berubah
menjadi coklat, keriting dan menggulung ke atas. Hingga pada akhirnya tanaman
menjadi kerdil dan tidak mampu menghasilkan bunga.
Tungau
ada dua jenis tungau yang paling sering menyerang
daun cabe;
Tungau kuning (Polyphagotarsonemus latus) dan
tungau merah (Tetranycus sp.).
Serangan tungau dimulai dari pucuk daun atau tunas
muda. Serangannya dilakukan dengan menghisap jaringan mesofil, sehinga
menghambat fotosintesis pada tanaman.
Serangan ditandai dengan munculnya bintik kuning di
permukaan daun yang lama-kelamaan melebar lalu berubah menjadi kecokelatan dan
akhirnya menghitam. Daun yang terserang mengalami perubahan bentuk dan
pertumbuhan tunas terhenti.
Pada tanaman cabe yang terkena serangan tungau
biasanya daun akan melengkung ke bawah. Tungau seringkali bersembunyi di bawah
daun.
Kutu daun
Kutu daun (Myzus persicae) memiliki ukuran tubuh
yang kecil (1-2 mm) dan siklus hidupnya berkisar 10-20 hari. Populasi hama ini
dapat meningkat pada musim kemarau, namun sebaliknya akan menurun pada musim
hujan.
Serangan kutu daun banyak terjadi pada musim
kemarau. Hama ini biasanya menetap pada bagian bawah daun, pucuk tanaman,
bunga, batang, dan dalam lipatan daun yang keriting. Bagian tanaman yang banyak
diserang adalah pucuk tanaman dan daun muda.
Kutu daun merusak tanaman dengan cara menghisap
cairan sel pada bagian daun, terutama pada daun muda atau bagian pucuk.
Serangan kutu daun menyebabkan daun menjadi keriput, keriting, dan menyebabkan
pertumbuhan tanaman terhambat (kerdil). Serangan yang tinggi dapat menyebabkan
daun menjadi gugur, buah kecil, tanaman menjadi layu, dan mati.
Kutu daun bisa menjadi vektor (pembawa atau
perantara) dari virus, antara lain virus menggulung daun kentang (PLRV), virus
kentang Y (PVY), Cucumber Mosaik Virus (CMV) dan lain-lain. Kutu daun
menghasilkan cairan manis seperti madu. Cairan tersebut dapat menjadi tempat
untuk pertumbuhan cendawan embun jelaga yang berwarna kehitaman pada permukaan
daun sehingga dapat menghambat proses fotosintesis.
Bagaimana Mengendalikannya?
Pengendalian hama pada tanaman cabai maupun tanaman
lainnya dapat dilakukan secara terpadu. Pengendalian hama dilakukan dengan
memadukan berbagai cara untuk menurunkan intensitas serangan hama sehingga
tidak merugikan secara ekonomis dan aman bagi lingkungan. Pengendalian
dilakukan secara kultur teknis, mekanis, hayati, dan kimiawi.
Kultur Teknis
Melakukan budidaya tanaman dengan teknik tertentu
sehingga kondisi pertanaman tidak atau kurang sesuai untuk tempat hidup atau
berkembangnya hama.
-
Pengolahan lahan dan sanitasi dengan
membersihkan semua gulma dan sisa tanaman di area pertanaman cabai.
-
Penggunaan mulsa plastik hitam-perak dapat
mengurangi serangan dari hama kutu daun dan thrips. Mulsa plastik pada cabai
juga dapat menekan pertumbuhan gulma di sekitar tanaman cabai.
-
Pola tanam tumpang sari cabai dengan bawang
daun, dapat menekan intensitas serangan hama karena bawang daun memiliki sifat
sebagai pengusir hama.
Mekanis
Pengendalian yang dilakukan dengan cara mamatikan langsung, menghalangi
(barier), atau mengumpulkan hama.
-
Menggunakan perangkap kuning sebanyak 40 buah
per hektar. Perangkap dipasang setelah tanaman berumur 2 minggu. dan dilakukan
penggantian setelah dirasa lem pada perangkap berkurang daya rekatnya
-
https://shope.ee/nQ8892eG
Perangkap ini juga bisa dibuat dengan
menggunakan botol kuning atau botol yang dicat kuning kemudian diberi lem hama https://shope.ee/30R1htiI1A
-
Menggunakan naungan (netting house) untuk
menekan masuknya hama ke pertanaman cabai.
Hayati
Pengendalian hama menggunakan musuh alaminya dengan melindungi dan
mendorong kehidupan musuh alaminya. Menjaga keseimbangan ekosistem musuh alami
dari hama penting dilakukan untuk menekan populasi hama di lapangan. Terdapat
beberapa musuh alami yang berperan sebagai predator, parasitoid, dan patogen
bagi hama kutu daun.
-
Predator
Kepik Cocclinella
transversalis, kepik Harmonia octomaculata, kumbang Menochillus sexmaculatus,
serangga Chrysopa sp, larva lalat bunga syrphida.
-
Parasitoid
Tawon parasitoid
Diaeretiella rapae, Aphidius sp.
-
Patogen
Entomophthora sp,
Verticillium sp sebagai cendawan entomopatogen (organisme heterotrof yang hidup
sebagai parasit pada serangga).
Kimiawi
Pengendalian hama menggunakan bahan kimia beracun atau bahan lainnya
(pestisida) yang dapat melindungi tanaman dari hama.
Beberapa jenis bahan yang biasa digunakan untuk mengatasi hama daun
cabe diantaranya.
Tungau
-
piridaben
Terminator https://shope.ee/9UeVSHm1sQ
Nomite https://shope.ee/7fCrH1umrn
Samite https://shope.ee/AUX2eGW3vo
-
Propargit (tungau dan kutu)
Yosan https://shope.ee/1AzNXNTrN0
Mitisun https://shope.ee/1qF4Kfq2Go
Tungau dan kutu kebul
Asus https://shope.ee/3AkSKy2KZ6
Pegasus https://shope.ee/4AczWsVy62
Thrips dan Kutu daun
Abamektin
Agrimec https://shope.ee/1LInkHVsVO
Demolish https://shope.ee/9pHLs6GjtR
Dobelmectin https://shope.ee/30R1jmA9s4
Promectin https://shope.ee/2VUl8weuOs
abamektin & nitenpyram
andromeda https://shope.ee/AUX2fpjOvo
Alfidopiropen & Abamektin (untuk hama yang membandel)
Inveris gold https://shope.ee/3AkRwzr2Hy
Dalam penggunaan bahan aktif di atas juga perlu
dirolling dengan bahan aktif lain serta sasaran hama lain seperti kutu kebul
maupun ulat agar tidak terjadi resistensi.
Untuk sepray hama dan tungau harus dari atas dan
bawah, sebab hama banyak bersarang pada pucuk daun, bunga maupun bawah daun.
tambahkan juga perekat agar hasil lebih maksimal.
Ketika daun cabe sudah keriting maka juga
berpotensi menjadi tempat bersembunyi beragam hama lain. pastikan selalu
kontrol lahan dan tanaman.
Daun yang sudah keriting tidak akan menjadi mulus kembali, oleh
karenanya perlu ekstra perawatan.
Dengan pemberian nutrisi https://shope.ee/A9uCIkCyBg atau Fulka https://shope.ee/6pdkiEwu2S dan
asam amino https://shope.ee/30R29fzEww
atau https://shope.ee/8UlyJkdd2k
Dalam pemberian nutrisi ini nantinya pupus/pucuk daun baru ataupun
tunas yang tumbuh diharapkan dapat bermunculan daun yang lebih baik. sementara
daun yang tua dan tidak produktif bisa dilakukan perempelan.
Semoga bermanfaat.
Salam petani 🙏