CARA MENANAM CABE SAAT MUSIM HUJAN TETAP MENGHASILKAN CABE BERBUAH LEBAT DAN TIDAK LAYU AMAN DARI PENYAKIT
Musim penghujan merupakan musim yang dinanti para petani. Namun, hujan juga menjadi suatu momok tersendiri terutama bagi para petani cabai. Pada musim hujan, tanaman cabai sangat rentan terserang penyakit. Penyakit pada cabai yang banyak ditemui ketika musim hujan adalah patek (busuk buah/antraknosa). Patek ini disebabkan oleh jamur Colletotrichum spp. Jamur ini berkembang pesat pada lingkungan yang lembab dan basah. Untuk menghindari terserangnya tanaman cabai oleh penyakit ini, berikut adalah beberapa tips menanam cabai di musim hujan.
Meninggikan Bedengan dan Mengatur Jarak Tanam
Tujuan meninggikan bedengan adalah menghindari genangan air. Air dapat menjadi penyebab penyebaran jamur. Tinggi bedengan dibuat kurang lebih 30 cm. Selain meninggikan bedengan, mengatur jarak tanam juga sangat penting. Jarak tanam cabai ketika musim hujan minimal 50 cm sampai 75 cm. Hal ini bertujuan agar sirkulasi udara menjadi lancar serta cahaya matahari lebih merata ke dasar dan sela-sela tanaman. Selain itu, jika jarak tanaman renggang akan meminimalisir penularan penyakit antar tanaman.
Penggunaan Plastik Mulsa
Penggunaan plastik mulsa pada bedengan berfungsi menghalangi air hujan untuk langsung meresap kedalam tanah. Melainkan, air akan mengalir ke saluran irigasi yang disiapkan. Selain itu, plastik mulsa meminimalisir tanaman lain untuk tumbuh di sekitar tanaman cabai.
Mengurangi Pupuk Nitrogen
Pupuk Nitrogen memang baik untuk tanaman. Namun, jika kandungan Nitrogen berlebihan dan tanaman tidak mampu menyerap semua unsur Nitrogen yang diberikan, maka hal ini akan menyuburkan pathogen. Pada musim hujan hindarilah pupuk seperti ZA dan Urea. Gunakanlah pupuk NPK 16-16-16 sebagai pupuk dasar lalu ditambah dengan pupuk SP-36 dan KCL.
Menggunakan Fungisida Alami
Terdapat beberapa jenis jamur antagonis bagi bakteri seperti Trichoderma sp., Mikoriza, Rhizopus sp., dan Yeast. Jamur-jamur ini dapat dimanfaatkan untuk melindungi tanaman cabai dari patogen. Selain itu jamur ini dapat membantu dalam ketersedian unsur tanah sehingga mudah diserap tanaman.
Menggunakan Sistem Rumah Kaca
Meski biayanya cukup mahal, penggunaan rumah kaca sangat efisien. Sirkulasi udara dapat dikontrol sehingga pencegahan populasi jamur ataupun bakteri penyebab penyakit bisa dilakukan.
Menggunakan Fungisida Kimia
Cara ini digunakan sebagai alternatif akhir jika serangan penyakit sudah susah dikendalikan. Jika sudah terjadi serangan, maka intensitas penyemprotan fungisida kontak harus di tingkatkan. Gunakan fungisida kontak berbahan aktif propineb atau tembaga hidroksida, difenokonazol, karbendazim atau dimetomorf setiap 1 minggu sekali dengan cara bergilir untuk menghindari resistensi patogen terhadap bahan aktif fungisida tersebut. Selain itu, penting untuk segera membuang jauh-jauh (dibakar lebih baik) buah yang sudah terserang patek/antraknosa baik yang masih di pohon ataupun yang sudah jatuh. Hal ini guna menghindari penyebaran selanjutnya jamur antraknosa di lahan tanam kita.
